Hasil Test TOEFL-LIKE 20 JANUARI 2025

Assalamu’alaikum w. w.
Diumumkan kepada seluruh peserta test TOEFL -like hasil Test pada 20 Januari 2025, dapat dilihat dengan klik link berikut disini.
Jika ada kesalahan dalam penulisan NIM harap dapat menghubungi admin pada jam kerja. Terima Kasih
Wassalamu’alaikum w. w.

Sosialisasi Mata Kuliah Peminatan: Langkah awal PBI Siapkan Mahasiswa untuk Praktikum

Yogyakarta, 20 Januari 2025 — Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengundang mahasiswa angkatan 2023 untuk menghadiri sosialisasi mata kuliah peminatan atau Widening Competence. Acara ini dirancang untuk membantu mahasiswa dalam menentukan pilihan peminatan yang sesuai dengan minat dan rencana karier mereka. Tiga pilihan peminatan yang ditawarkan meliputi Translation, Tourism, dan Journalism. Masing-masing peminatan menawarkan keunggulan dan peluang yang menarik.

 

Peminatan Translation, mahasiswa akan mempelajari teknik dan strategi dalam menerjemahkan berbagai jenis teks. Sementara itu, peminatan Tourism akan membekali mahasiswa dengan pemahaman menyeluruh mengenai manajemen destinasi dan promosi pariwisata. Bagi yang berminat menjadi jurnalis profesional, peminatan Journalism menyediakan pembelajaran tentang teknik penulisan berita, investigasi jurnalistik, dan etika jurnalistik. Acara sosialisasi ini akan menghadirkan tiga pemateri dari dosen PBI yaitu Astry Fajria, S.S., M.Pd.B.I, dosen yang memiliki keilmuan di bidang Translation; Nur Rifai Akhsan, S.Pd., M.Ed., keilmuan di bidang Tourism; dan Prayudha, S.Pd., M.A, keilmuan di bidang Journalism.

Acara berlangsung di Laboratorium Bahasa A, Gedung Lab, Kampus 4 UAD, yang dimulai pada pukul 10:00 WIB merupakan kegiatan wajib bagi seluruh mahasiswa PBI angkatan 2023. Dengan menghadiri sosialisasi ini, mahasiswa akan mendapatkan kesempatan untuk memahami lebih dalam tentang ketiga peminatan yang ditawarkan, sehingga dapat menentukan pilihan yang paling sesuai dengan minat dan rencana karier mereka.Sosialisasi ini juga merupakan langkah pertama bagi mahasiswa dalam mempersiapkan diri untuk bahan pertimbangan praktikum yang akan mereka ambil. Diharapkan, mahasiswa dapat menentukan salah satu kompetensi tambahan yang ditawarkan pada saat pengisian KRS, sehingga mereka lebih siap dalam menjalani praktikum di semester mendatang.

Menggali Makna Tajdid dalam Kemuhammadiyahan: Relevansi di Zaman Modern

Tajdid atau pembaruan merupakan salah satu prinsip utama yang diusung dalam gerakan Muhammadiyah. Prinsip ini lahir dari upaya untuk mengembalikan ajaran Islam kepada landasan utamanya, yakni Al-Qur’an dan As-Sunnah, sekaligus menyesuaikannya dengan kebutuhan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai fundamental Islam. Di era modern yang dinamis, konsep tajdid menjadi sangat penting dalam membangun masyarakat yang berkemajuan.

Makna Tajdid dalam Islam dan Kemuhammadiyahan

Secara etimologis, tajdid berasal dari bahasa Arab yang berarti pembaruan atau memperbaharui sesuatu yang telah usang. Dalam Islam, tajdid mengacu pada usaha menghidupkan kembali ajaran Islam yang murni dengan membersihkan elemen-elemen yang tidak sesuai dengan Al-Qur’an dan Sunnah.

Dalam Kemuhammadiyahan, tajdid memiliki dua aspek utama:

  1. Tajdid dalam Pemurnian (Purifikasi) Menghapuskan praktik-praktik keagamaan yang menyimpang, seperti bid’ah, khurafat, dan takhayul.
  2. Tajdid dalam Dinamisasi (Modernisasi) Menyesuaikan ajaran Islam dengan konteks zaman modern, mencakup bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan teknologi.

Kolaborasi kedua dimensi ini menjadikan Muhammadiyah sebagai gerakan Islam yang adaptif dan tetap relevan menghadapi perkembangan zaman.

Relevansi Tajdid di Zaman Modern

Relevansi tajdid di era modern terletak pada kemampuannya untuk menjadi jawaban atas berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat saat ini. Dalam konteks globalisasi, tajdid membantu umat Islam mempertahankan nilai-nilai keagamaannya sambil tetap terbuka terhadap perubahan dan peluang baru. Selain itu, tajdid berkontribusi dalam mengatasi krisis moral yang sering kali muncul sebagai dampak dari modernisasi, dengan menanamkan akhlak mulia dan karakter Islami pada individu.

Tajdid juga mendorong inovasi yang berlandaskan nilai-nilai Islam, memungkinkan umat untuk berperan aktif dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan berbagai sektor lainnya tanpa kehilangan identitas keislamannya. Di tengah perkembangan teknologi informasi, tajdid semakin relevan dalam memperbarui metode dakwah, sehingga lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat digital saat ini.

Keseluruhan relevansi ini menjadikan tajdid sebagai fondasi penting untuk membangun masyarakat yang berkemajuan, sejalan dengan nilai-nilai Islam yang universal.

Implementasi Tajdid dalam Kemuhammadiyahan

Muhammadiyah telah membuktikan bahwa tajdid tidak hanya sebatas konsep, tetapi juga diwujudkan dalam tindakan nyata di berbagai aspek kehidupan. Berikut adalah beberapa contoh implementasi tajdid dalam Kemuhammadiyahan:

  1. Pendidikan Berkemajuan Muhammadiyah mendirikan ribuan lembaga pendidikan, mulai dari sekolah hingga universitas, yang memadukan nilai-nilai Islam dengan ilmu pengetahuan modern. Kurikulumnya dirancang untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki pemahaman agama yang baik tetapi juga keterampilan yang relevan dengan kebutuhan global.
  2. Pelayanan Kesehatan Melalui jaringan rumah sakit dan klinik, Muhammadiyah memberikan pelayanan kesehatan profesional berbasis nilai Islami. Adopsi teknologi medis terkini menunjukkan bagaimana tajdid diterapkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan.
  3. Pemberdayaan Ekonomi Umat Muhammadiyah aktif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program ekonomi berbasis syariah, seperti pendirian koperasi dan Baitul Maal wat Tamwil (BMT). Langkah ini mencerminkan bagaimana tajdid dapat menciptakan sistem ekonomi yang adil dan berkelanjutan.
  4. Pemanfaatan Teknologi Digital Di era digital, Muhammadiyah memanfaatkan berbagai platform teknologi, termasuk media sosial dan aplikasi digital, untuk menyebarkan nilai-nilai Islam dan menjangkau lebih banyak kalangan, khususnya generasi muda.

Kesimpulan

Tajdid dalam Kemuhammadiyahan adalah upaya untuk memadukan pemurnian ajaran Islam dengan inovasi yang relevan dengan perkembangan zaman. Pendekatan ini menjadikan Muhammadiyah sebagai gerakan Islam yang dinamis, progresif, dan berfokus pada kemaslahatan umat. Di era modern, tajdid tidak hanya memiliki relevansi yang kuat, tetapi juga menjadi kebutuhan dalam menghadapi globalisasi, tantangan moral, dan perkembangan teknologi.

Sebagai bagian dari umat Islam, kita memiliki kewajiban untuk terus memahami dan mengamalkan nilai-nilai tajdid dalam kehidupan sehari-hari. Dengan langkah ini, kita dapat menciptakan masyarakat yang maju dan memberikan manfaat bagi seluruh alam (rahmatan lil ‘alamin).

Penulis : Isnanisha Karlina UAD