Momen Hari Penerjemahan: KEMENSETNEG Kunjungi FKIP UAD dan unit Penerjemahan di PBI Sharing Dan Diskusi Tentang Penerjemah di Lingkungan Pemerintahan

Bertepatan dengan Hari Penerjemahan Internasional, Selasa (30/9/2025), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menerima kunjungan strategis dari Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg). Pertemuan ini menjadi forum untuk menjajaki sinergi antara akademisi dan praktisi guna memperkuat sumber daya manusia (SDM) penerjemah di lingkungan pemerintahan.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) melalui Laboratorium PBI ini berupa diskusi dan sesi berbagi (sharing session). Acara yang berlangsung di Educator Hall, Kampus 4 UAD, ini dihadiri oleh jajaran Dekanat FKIP, pejabat struktural dari tiga program studi terkait (PBI, Sastra Inggris, dan Bahasa dan Sastra Arab), Kepala Laboratorium PBI, para dosen pengampu mata kuliah penerjemahan, serta Pejabat Fungsional Penerjemah di lingkungan Pemda DIY.

Wakil Dekan II FKIP UAD, Dr. Ani Susanti, M.Pd.B.I., dalam sambutannya menekankan visi fakultas untuk menghasilkan lulusan berdaya saing tinggi dengan kompetensi ganda. “Lulusan kami dibekali kompetensi tambahan. Di Prodi PBI, misalnya, kami membuka peminatan penerjemahan, pariwisata, serta jurnalistik,” ujar Ani Susanti

Delegasi Kemensetneg, dipimpin oleh Penerjemah Ahli Madya Ayu Wulandari, S.S., M.W.I., memaparkan peran krusial unit penerjemah di lingkungan Istana Kepresidenan. Ia menjelaskan bahwa tugas utama mereka meliputi penyiapan naskah strategis kepresidenan dan kenegaraan serta penanganan dokumen diplomatik dan konsuler.

Dialog mengenai peluang kolaborasi menjadi inti dari pertemuan ini. Ketua Prodi PBI, Suipto, Ph.D., secara proaktif menanyakan bentuk kerja sama konkret, terutama program magang bagi mahasiswa. Pihak Kemensetneg menyambut baik dan membuka peluang magang serta pelatihan melalui Pusat Pembinaan Penerjemah (Pusbinter) bagi mahasiswa dari berbagai latar belakang bahasa. Gayung bersambut, Ketua Prodi Bahasa dan Sastra Arab, Fitria Sari Yuianti, S.S., M.Hum., juga menyampaikan potensi mahasiswanya dan menanyakan peluang serupa. Diskusi pun berkembang ke arah pelibatan dosen UAD sebagai fasilitator atau narasumber dalam program pelatihan di Pusbinter.

Di sisi lain, Ayu Wulandari menyoroti tantangan nyata yang dihadapi pemerintah, yakni ketimpangan antara tingginya kebutuhan penerjemah kompeten dengan ketersediaan SDM yang terbatas. Oleh karena itu, kunjungan ini dinilai sebagai langkah awal yang strategis untuk menjembatani dunia pendidikan dengan kebutuhan praktis di lingkungan pemerintahan. Bagi UAD, ini adalah peluang untuk memastikan relevansi kurikulum, sementara bagi Kemensetneg, ini merupakan upaya untuk menjaring talenta-talenta penerjemah terbaik di masa depan.

Sebagai tindak lanjut, agenda kunjungan dilanjutkan dengan peninjauan langsung ke sejumlah fasilitas Laboratorium PBI UAD, antara lain Laboratorium Penerjemahan (Translation), Pariwisata (Tourism), Pengajaran Bahasa Inggris untuk Anak (TEYL), dan Jurnalistik. Keberadaan sarana dan prasarana ini dipandang sebagai wujud komitmen universitas untuk mendukung mahasiswa mengembangkan minat dan bakat di berbagai ranah profesional, tidak hanya terbatas pada bidang pengajaran, akan tetapi penerjemahan sebagai salah satu kompetensi unggulannya.

 

 

Hasil Test TOEFL-LIKE 17 Februari 2025

Assalamu’alaikum w. w.
Diumumkan kepada seluruh peserta test TOEFL -like hasil Test pada 17 Februari 2025, dapat dilihat dengan klik link berikut disini.
Jika ada kesalahan dalam penulisan NIM harap dapat menghubungi admin pada jam kerja. Terima Kasih
Wassalamu’alaikum w. w.

LAB PBI UAD Kolaborasi dengan MBS Pleret: Berikan Pengalaman Seru dalam TOEFL Trial Test untuk Siswa

Pada hari Rabu (5/2/2025), Laboratorium Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menyambut teman-teman dari Muhammadiyah Boarding School (MBS) Pleret Yogyakarta. Kehadiran siswa-siswa kelas XII ini adalah untuk mengikuti TOEFL Trial Test, sebuah tes percobaan yang bertujuan untuk memperkenalkan format dan tantangan TOEFL kepada mereka.

Laboratorium Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UAD, dengan senang hati kembali dipercaya sebagai partner dalam pengenalan TOEFL dan penyelenggaraan TOEFL Prediction Test bagi siswa MBS Pleret tahun ini. Dengan adanya TOEFL Trial Test ini, siswa-siswa diharapkan dapat lebih siap menghadapi TOEFL yang sesungguhnya, memahami struktur tes, dan mengenali strategi-strategi yang efektif dalam menjawab soal-soal TOEFL.

Acara ini juga memberikan kesempatan bagi para siswa untuk meningkatkan kepercayaan diri mereka dalam menggunakan bahasa Inggris. Melalui pengalaman langsung mengikuti tes ini, para siswa dapat mengevaluasi kemampuan mereka dan mengetahui area-area mana yang perlu diperbaiki sebelum menghadapi tes TOEFL yang sesungguhnya. Ini adalah langkah penting dalam perjalanan mereka mencapai impian akademik dan profesional.

Zahra Azaria salah satu santri putri mengunga kan bahwa kegiatan ini sangat menyenangkan dan mengagetkan karena ini pertama kalinya bagia dia untuk melakukan test ini

“karena ini baru sekali jadi bener-bener kaget, tapi seru buat mengetes kemampuan saya. “

Tidak hanya para santri putra maupun putri sangat antusias mengikuti tes tersebut, setelah tes selesai, para siswa diajak bermain game berupa Scramble words. Kegiatan ini tidak hanya untuk menghibur mereka, tetapi juga untuk memperkuat kosakata dan keterampilan bahasa Inggris mereka secara menyenangkan.

Zaki Bayu Pratama seorang santri putra juga mengungkapkan acara ini sangat menyenangkan bagi dia dan sebuah pengalaman baru.

 “TOEFL pagi ini sangat seru mas, dan asik juga pengalaman baru bagi saya”

 

Kegiatan ini juga mencerminkan komitmen UAD dalam mendukung pendidikan bahasa Inggris di Indonesia dan membantu siswa-siswa mencapai impian mereka. Melalui kerjasama yang erat dengan berbagai sekolah dan lembaga pendidikan, Lab PBI UAD terus berupaya memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan kemampuan bahasa Inggris generasi muda Indonesia.

Hasil Test TOEFL-LIKE 20 JANUARI 2025

Assalamu’alaikum w. w.
Diumumkan kepada seluruh peserta test TOEFL -like hasil Test pada 20 Januari 2025, dapat dilihat dengan klik link berikut disini.
Jika ada kesalahan dalam penulisan NIM harap dapat menghubungi admin pada jam kerja. Terima Kasih
Wassalamu’alaikum w. w.

Sosialisasi Mata Kuliah Peminatan: Langkah awal PBI Siapkan Mahasiswa untuk Praktikum

Yogyakarta, 20 Januari 2025 — Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengundang mahasiswa angkatan 2023 untuk menghadiri sosialisasi mata kuliah peminatan atau Widening Competence. Acara ini dirancang untuk membantu mahasiswa dalam menentukan pilihan peminatan yang sesuai dengan minat dan rencana karier mereka. Tiga pilihan peminatan yang ditawarkan meliputi Translation, Tourism, dan Journalism. Masing-masing peminatan menawarkan keunggulan dan peluang yang menarik.

 

Peminatan Translation, mahasiswa akan mempelajari teknik dan strategi dalam menerjemahkan berbagai jenis teks. Sementara itu, peminatan Tourism akan membekali mahasiswa dengan pemahaman menyeluruh mengenai manajemen destinasi dan promosi pariwisata. Bagi yang berminat menjadi jurnalis profesional, peminatan Journalism menyediakan pembelajaran tentang teknik penulisan berita, investigasi jurnalistik, dan etika jurnalistik. Acara sosialisasi ini akan menghadirkan tiga pemateri dari dosen PBI yaitu Astry Fajria, S.S., M.Pd.B.I, dosen yang memiliki keilmuan di bidang Translation; Nur Rifai Akhsan, S.Pd., M.Ed., keilmuan di bidang Tourism; dan Prayudha, S.Pd., M.A, keilmuan di bidang Journalism.

Acara berlangsung di Laboratorium Bahasa A, Gedung Lab, Kampus 4 UAD, yang dimulai pada pukul 10:00 WIB merupakan kegiatan wajib bagi seluruh mahasiswa PBI angkatan 2023. Dengan menghadiri sosialisasi ini, mahasiswa akan mendapatkan kesempatan untuk memahami lebih dalam tentang ketiga peminatan yang ditawarkan, sehingga dapat menentukan pilihan yang paling sesuai dengan minat dan rencana karier mereka.Sosialisasi ini juga merupakan langkah pertama bagi mahasiswa dalam mempersiapkan diri untuk bahan pertimbangan praktikum yang akan mereka ambil. Diharapkan, mahasiswa dapat menentukan salah satu kompetensi tambahan yang ditawarkan pada saat pengisian KRS, sehingga mereka lebih siap dalam menjalani praktikum di semester mendatang.

Menggali Makna Tajdid dalam Kemuhammadiyahan: Relevansi di Zaman Modern

Tajdid atau pembaruan merupakan salah satu prinsip utama yang diusung dalam gerakan Muhammadiyah. Prinsip ini lahir dari upaya untuk mengembalikan ajaran Islam kepada landasan utamanya, yakni Al-Qur’an dan As-Sunnah, sekaligus menyesuaikannya dengan kebutuhan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai fundamental Islam. Di era modern yang dinamis, konsep tajdid menjadi sangat penting dalam membangun masyarakat yang berkemajuan.

Makna Tajdid dalam Islam dan Kemuhammadiyahan

Secara etimologis, tajdid berasal dari bahasa Arab yang berarti pembaruan atau memperbaharui sesuatu yang telah usang. Dalam Islam, tajdid mengacu pada usaha menghidupkan kembali ajaran Islam yang murni dengan membersihkan elemen-elemen yang tidak sesuai dengan Al-Qur’an dan Sunnah.

Dalam Kemuhammadiyahan, tajdid memiliki dua aspek utama:

  1. Tajdid dalam Pemurnian (Purifikasi) Menghapuskan praktik-praktik keagamaan yang menyimpang, seperti bid’ah, khurafat, dan takhayul.
  2. Tajdid dalam Dinamisasi (Modernisasi) Menyesuaikan ajaran Islam dengan konteks zaman modern, mencakup bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan teknologi.

Kolaborasi kedua dimensi ini menjadikan Muhammadiyah sebagai gerakan Islam yang adaptif dan tetap relevan menghadapi perkembangan zaman.

Relevansi Tajdid di Zaman Modern

Relevansi tajdid di era modern terletak pada kemampuannya untuk menjadi jawaban atas berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat saat ini. Dalam konteks globalisasi, tajdid membantu umat Islam mempertahankan nilai-nilai keagamaannya sambil tetap terbuka terhadap perubahan dan peluang baru. Selain itu, tajdid berkontribusi dalam mengatasi krisis moral yang sering kali muncul sebagai dampak dari modernisasi, dengan menanamkan akhlak mulia dan karakter Islami pada individu.

Tajdid juga mendorong inovasi yang berlandaskan nilai-nilai Islam, memungkinkan umat untuk berperan aktif dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan berbagai sektor lainnya tanpa kehilangan identitas keislamannya. Di tengah perkembangan teknologi informasi, tajdid semakin relevan dalam memperbarui metode dakwah, sehingga lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat digital saat ini.

Keseluruhan relevansi ini menjadikan tajdid sebagai fondasi penting untuk membangun masyarakat yang berkemajuan, sejalan dengan nilai-nilai Islam yang universal.

Implementasi Tajdid dalam Kemuhammadiyahan

Muhammadiyah telah membuktikan bahwa tajdid tidak hanya sebatas konsep, tetapi juga diwujudkan dalam tindakan nyata di berbagai aspek kehidupan. Berikut adalah beberapa contoh implementasi tajdid dalam Kemuhammadiyahan:

  1. Pendidikan Berkemajuan Muhammadiyah mendirikan ribuan lembaga pendidikan, mulai dari sekolah hingga universitas, yang memadukan nilai-nilai Islam dengan ilmu pengetahuan modern. Kurikulumnya dirancang untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki pemahaman agama yang baik tetapi juga keterampilan yang relevan dengan kebutuhan global.
  2. Pelayanan Kesehatan Melalui jaringan rumah sakit dan klinik, Muhammadiyah memberikan pelayanan kesehatan profesional berbasis nilai Islami. Adopsi teknologi medis terkini menunjukkan bagaimana tajdid diterapkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan.
  3. Pemberdayaan Ekonomi Umat Muhammadiyah aktif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program ekonomi berbasis syariah, seperti pendirian koperasi dan Baitul Maal wat Tamwil (BMT). Langkah ini mencerminkan bagaimana tajdid dapat menciptakan sistem ekonomi yang adil dan berkelanjutan.
  4. Pemanfaatan Teknologi Digital Di era digital, Muhammadiyah memanfaatkan berbagai platform teknologi, termasuk media sosial dan aplikasi digital, untuk menyebarkan nilai-nilai Islam dan menjangkau lebih banyak kalangan, khususnya generasi muda.

Kesimpulan

Tajdid dalam Kemuhammadiyahan adalah upaya untuk memadukan pemurnian ajaran Islam dengan inovasi yang relevan dengan perkembangan zaman. Pendekatan ini menjadikan Muhammadiyah sebagai gerakan Islam yang dinamis, progresif, dan berfokus pada kemaslahatan umat. Di era modern, tajdid tidak hanya memiliki relevansi yang kuat, tetapi juga menjadi kebutuhan dalam menghadapi globalisasi, tantangan moral, dan perkembangan teknologi.

Sebagai bagian dari umat Islam, kita memiliki kewajiban untuk terus memahami dan mengamalkan nilai-nilai tajdid dalam kehidupan sehari-hari. Dengan langkah ini, kita dapat menciptakan masyarakat yang maju dan memberikan manfaat bagi seluruh alam (rahmatan lil ‘alamin).

Penulis : Isnanisha Karlina UAD