Mengintegrasikan Nilai-nilai Islam dalam Kehidupan Sehari-hari: Pelajaran dari Ajaran Muhammadiyah

Islam sebagai agama yang mengajarkan rahmat bagi seluruh alam menyediakan pedoman hidup yang komprehensif, mencakup berbagai aspek kehidupan. Muhammadiyah, sebagai salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia, memiliki peran penting dalam mengembangkan pemahaman dan praktik ajaran Islam yang sesuai dengan tuntutan zaman. Sejak didirikan pada tahun 1912, Muhammadiyah berfokus pada pembaruan dalam ajaran Islam yang lebih moderat dan rasional. Salah satu ajaran utama yang ditekankan adalah bagaimana cara mengaplikasikan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.

1. Menghidupkan Akhlak Terpuji dalam Hubungan Sosial

Akhlak yang baik adalah nilai utama dalam ajaran Islam yang sangat ditekankan oleh Muhammadiyah. Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk saling menghormati, bersikap adil, dan menjaga hubungan yang baik antar sesama. Dalam praktik kehidupan sehari-hari, hal ini tercermin dalam sikap saling menghargai, memahami, dan memperlakukan orang lain dengan baik, baik itu di keluarga, di tempat kerja, maupun dalam kehidupan sosial.

Muhammadiyah mengajarkan umat Islam untuk meneladani sunnah Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari, seperti berbicara dengan lembut, menghormati orang yang lebih tua, dan menjaga kerukunan antar sesama, tanpa melihat latar belakang sosial atau agama.

2. Mengutamakan Ilmu Pengetahuan dan Pendidikan

Pendidikan adalah salah satu aspek yang sangat ditekankan dalam ajaran Muhammadiyah. Sejak awal berdirinya, Muhammadiyah sudah mendirikan banyak lembaga pendidikan yang tidak hanya mengajarkan ilmu agama tetapi juga ilmu umum. Ini menegaskan bahwa Islam tidak hanya mengajarkan aspek spiritual, tetapi juga mendorong umatnya untuk terus belajar di berbagai bidang.

Dalam kehidupan sehari-hari, umat Islam diajarkan untuk senantiasa mencari ilmu, baik itu pengetahuan agama maupun ilmu dunia. Pendidikan merupakan kunci untuk kemajuan umat dan bangsa, serta menjadi sarana untuk memberikan kontribusi positif kepada masyarakat.

3. Menegakkan Keadilan dan Kesejahteraan Sosial

Muhammadiyah juga sangat peduli dengan masalah sosial. Islam mengajarkan tentang pentingnya keadilan dan kesejahteraan sosial, yang diimplementasikan dalam berbagai program sosial yang dilakukan oleh Muhammadiyah, seperti di bidang kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Nilai-nilai ini mengajarkan umat Islam untuk peduli kepada sesama, khususnya kepada mereka yang kurang mampu, dan berusaha menciptakan masyarakat yang lebih adil.

Keadilan sosial ini juga tercermin dalam sikap kita terhadap hak-hak orang lain, baik dalam pekerjaan, hak asasi manusia, maupun dalam berbagi rezeki dengan orang yang membutuhkan. Islam mengajarkan umatnya untuk bekerja sama dalam menciptakan keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh lapisan masyarakat.

4. Menjaga Kebersihan dan Kesehatan

Islam memberikan perhatian yang besar terhadap kebersihan, yang diakui sebagai bagian dari iman. Rasulullah SAW mengajarkan bahwa kebersihan adalah sebagian dari iman. Dalam kehidupan sehari-hari, ajaran ini diterjemahkan dengan menjaga kebersihan tubuh, lingkungan, serta makanan yang kita konsumsi. Muhammadiyah melalui program-program kesehatan dan sosialnya menekankan pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan, baik untuk diri sendiri maupun lingkungan sekitar.

Hal ini juga mencakup kesadaran terhadap lingkungan, seperti tidak membuang sampah sembarangan, menjaga kelestarian alam, dan menghemat sumber daya alam. Islam mengajarkan bahwa bumi adalah amanah yang harus dijaga dengan baik.

5. Menyempurnakan Ibadah Sholat dalam Kehidupan

Sholat merupakan ibadah pokok yang menghubungkan hamba dengan Allah SWT, sekaligus menjadi pembimbing dalam kehidupan sehari-hari. Setiap gerakan dalam sholat memiliki makna dan pelajaran yang dapat diterapkan dalam kehidupan. Melalui sholat, kita dilatih untuk memiliki kesabaran, ketenangan, dan rasa syukur yang dapat membantu kita menghadapi berbagai tantangan hidup.

Muhammadiyah selalu mendorong umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadahnya, terutama dalam menjalankan sholat dengan khusyuk dan penuh penghayatan. Dengan menjadikan sholat sebagai bagian dari rutinitas yang penuh makna, kita dapat menjadi lebih dekat dengan Allah dan hidup sesuai dengan ajaran Islam.

6. Membangun Persatuan dan Keharmonisan Komunitas

Muhammadiyah mengajarkan pentingnya persatuan umat Islam. Islam mengajarkan kita untuk saling membantu dan bekerja sama demi kebaikan bersama. Dalam kehidupan sehari-hari, ini berarti menjaga hubungan yang harmonis tidak hanya dengan sesama Muslim, tetapi juga dengan semua umat manusia. Persatuan umat sangat diperlukan untuk menghadapi berbagai permasalahan global, seperti ketimpangan sosial, bencana alam, atau krisis kemanusiaan.

Muhammadiyah mengajak umat Islam untuk tidak hanya mementingkan urusan pribadi, tetapi juga terlibat dalam kegiatan sosial yang memberi manfaat bagi masyarakat luas. Hal ini membantu terciptanya rasa solidaritas dan persatuan yang lebih kuat di antara umat.

Kesimpulan

Mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari sangat penting untuk meningkatkan kualitas ibadah individu dan menciptakan masyarakat yang lebih baik. Ajaran Muhammadiyah, sebagai organisasi yang berfokus pada pengembangan Islam yang moderat, rasional, dan berbasis pada ilmu pengetahuan, memberikan teladan bagi umat Islam dalam mengimplementasikan ajaran Islam di berbagai aspek kehidupan. Dengan menghidupkan nilai-nilai Muhammadiyah dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat menciptakan masyarakat yang lebih beradab, sejahtera, dan sesuai dengan ajaran Islam yang sejati.

Penulis : Isnanisha Karlina UAD

Mengoptimalkan Media untuk Dakwah Kreatif di Era Digital

Di era digital, dakwah kini tidak lagi terbatas pada mimbar masjid atau kajian tatap muka. Teknologi telah membuka peluang besar untuk menyampaikan pesan Islam dengan cara yang lebih kreatif dan relevan bagi generasi muda. Media sosial seperti Instagram, YouTube, dan TikTok menjadi platform yang semakin populer dalam menyampaikan nilai-nilai Islam secara inovatif.

Dakwah yang Menyentuh Generasi Digital

Generasi muda adalah pengguna utama media sosial. Platform seperti TikTok dengan format video pendek memungkinkan penyampaian pesan yang padat, menarik, dan mudah dipahami. Contohnya, video inspiratif tentang akhlak mulia atau tips menjalankan ibadah harian menjadi konten yang banyak diminati.

Salah satu contoh tokoh Muhammadiyah yang aktif berdakwah melalui media adalah Buya Syafii Maarif. Meski lebih banyak menggunakan tulisan dan video, beliau mampu menjangkau audiens muda dengan menyampaikan nilai-nilai Islam moderat yang toleran dan inklusif. Selain itu, platform seperti akun Instagram resmi Muhammadiyah (@muhammadiyah) juga menjadi wadah untuk menyebarkan pesan-pesan keagamaan dan kemanusiaan.

Kreativitas dalam Dakwah

Dakwah kreatif tidak hanya soal menyampaikan pesan, tetapi juga bagaimana pesan itu disampaikan. Visual yang menarik, musik latar yang sesuai, dan narasi yang relatable menjadi elemen penting. Misalnya, desain grafis dengan kutipan ayat Al-Qur’an atau hadits yang dikemas secara modern dapat menarik perhatian pengguna media sosial.

Muhammadiyah melalui lembaga seperti Majelis Tabligh aktif memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan konten edukasi agama. Mereka mengadakan webinar, podcast, dan bahkan konten kolaborasi dengan influencer Muslim untuk menjangkau lebih banyak audiens. Hal ini sesuai dengan visi Muhammadiyah dalam mendakwahkan Islam berkemajuan.

Tantangan dan Peluang

Tentu, ada tantangan dalam dakwah digital. Informasi yang tidak valid, tantangan algoritma media sosial, serta kebutuhan untuk tetap relevan tanpa melupakan esensi pesan Islam adalah beberapa di antaranya. Namun, peluangnya jauh lebih besar. Dengan pendekatan yang kreatif dan etis, dakwah digital dapat menjangkau jutaan orang dalam hitungan detik.

Sebagaimana disampaikan dalam Al-Qur’an, “Dan serulah (manusia) kepada Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik, dan bantahlah mereka dengan cara yang baik” (QS. An-Nahl: 125). Ayat ini menjadi pedoman bagi para da’i untuk terus berdakwah dengan cara yang relevan dan penuh hikmah.

Dengan kolaborasi antara teknologi dan nilai-nilai Islam, generasi muda dapat lebih mudah memahami agama dan menjadikannya sebagai pedoman hidup. Dakwah kreatif bukan hanya strategi, tetapi juga kebutuhan untuk menyentuh hati umat di era modern ini.

(df)

Penulis : Devanie Firananda .H.A., S.Pd. Universitas Ahmad Dahlan